Daripada Sa‘d RA, beliau berkata Rasulullah SAW bersabda:
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
Doa Dhu al-Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di dalam perut ikan: “Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Maka tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa ini dalam sesuatu pun, melainkan Allah akan memperkenankan doanya.
(HR al-Tirmidhi: Sahih)
- Doa yang diucapkan oleh Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan ini adalah doa yang sangat mustajab. Sesiapa yang berdoa dengannya dalam keadaan kesulitan, Allah akan memperkenankan doanya.
- Mengakui kesalahan dan merendahkan diri di hadapan Allah, seperti pengakuan Nabi Yunus bahawa dirinya termasuk orang yang zalim, adalah kunci kepada penerimaan doa dan rahmat Allah.
- Memuji dan mensucikan Allah dalam doa, sebagaimana lafaz “Subhanaka” yang digunakan oleh Nabi Yunus, menunjukkan adab yang tinggi dalam berdoa dan menjadi sebab Allah SWT mengangkat kesusahan hambaNya.



